Tampilkan postingan dengan label Modifikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Modifikasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 November 2012

[Modif] Yamaha Vixion 2010: Konsep R15 Sampel Display Bengkel


Ternyata memodifikasi bukan hanya ‘kebutuhan primer’ bagi kebanyakan penunggang kuda besi. Pemilik bengkel modif juga ternyata kerap merias tunggangan untuk menarik minat konsumen. Paling tidak dengan adanya contoh buatan bengkel, calon konsumen bisa semakin kaya akan konsep baru yang ditawarkan.

Namun kebanyakan memang motor-motor rilisan Yamaha yang paling banyak di modifikasi. Modifikator mengaku, produk pabrik berlogo garpu tala ini memang cukup mudah dan paling keren walau dijejalkan dengan konsep apapun.

Adalah Dwi yang membuat berbagai konsep modifikasi untuk kemudian ditawarkan kepada konsumen yang kebetulan berniat merias tunggangan. Salah satu yang dibuat untuk mejeng di depan bengkel yang beralamat di jalan Pegangsaan Pintu I, Kelapa Gading, Jakut ini adalah Yamaha Vixion. Motor sport dengan teknologi fuel injction ini boleh dibilang tidak pernah sepi peminat. Hampir setiap minggu, bengkel ini selalu saja mengerjakan Yamaha Vixion dengan berbagai konsep dengan hasil yang apik. Namun demikian, motor sport lain macam Scorpio Z dan Byson juga masih banyak peminatnya.

Dwi memang kerap mengusung konsep modifikasi Yamaha R15 lantaran konsumen memang sedang gandrung dengan motor yang mirip dengan tunggangan Jorge Lorenzo dilintasan sikuit MotoGP.

“Tren saat ini memang demikian mas. Dibanding dengan model supermotto atau jap style, model Yamaha R15 paling diburu dan tidak pernah sepi peminatnya. Kecuali Yamaha Byson yang memang masih berkutat pada konsep street fighter. Selain dua model tersebut, kami juga mampu mengerjakan model apapun sesuai permintaan konsumen,”paparnya.

Dwi menambahkan, untuk merombak Yamaha Vixion dengan model R15 dibutuhkan dana mulai dari 5-15 juta rupiah. Semua disesuaikan dengan tingkat kesulitan dan berapa banyak aksesoris yang nempel pada motor berkekuatan 150cc tersebut. Selain menyediakan jasa modifikasi, dibengkel ini juga tersedia aneka macam aksesoris, kondom tanki, swing arm, dan undertail khusus untuk motor beraliran sport.

YAMAHA VIXON 2010

Pemilik : Angga

Konsep Modif : Yamaha R15

Lama Pengerjaan : 1 Minggu

Total Biaya : Rp. 6,5 juta

Bengkel : ARM Motor, Jalan Pegangsaan Pintu I, Kelapa Gading, Jakut. Telp: 081315712324 – 08158732371

Ban depan: Pirelli 120-70/17

Ban belakang: Battlax 130-80/17

Velg depan/ belakang: Rossi

Jok: Custom

Stang: DBS

Knalpot: ARM Motor

Spion: NUI Racing

Underbone: NUI

Disc belakang: Tiger Revo

Paket bodi: ARM Motor

Mesin: Standar
Moto Style, News UpdateAuthor: Ridho | Foto : Bayu

Jumat, 20 Juli 2012

[Modif] Kawasaki ER-6n, 2012 (Jakarta)

Kawasaki ER-6n, Lebih Disempurnakan


Tampang asli Kawasaki ER-6n yang semi nekad, sejatinya sudah terlihat mantap. Desain keseluruhan mewah, didukung lekukan sasis, tangki dan cover bodi berotot. Tak heran jika tunggangan kelas premium ini agak sulit disempurkan, terutama buat mereka yang awam soal modifikasi.

Namun bagi Taufik, pemilik rumah modifikasi Lm&T Motobike, semua itu bukan masalah besar. Apalagi mantan pembalap road race setara Harlan Fadillah dan Ahmad Jayadi ini konon sudah lama malang-melintang di dunia modifikasi mobil yang juga di kelas premium.

“Untuk modif ER-6n memang nggak bisa sembarang. Salah arah bisa kelihatan jadi aneh. Tapi, ubahan yang saya lakukan pada pada motor milik Budi dari Cipinang, Jakarta Timur ini fokusnya ingin menyempurnakan motor yang sudah sempurna,” jelas Taufik dari workshopnya di Jl. Kemandoran 1, Pulomawar, No. 47, Palmerah, Jakarta Selatan.

Tengok saja ubahan kaki depan. Jika aslinya masih pakai peredam kejut teleskopik biasa, diganti model upside down punya moge merek sejenis, yaitu Kawasaki ZX-10. Kebetulan dimensinya lebih besar dari standar.

“Pakai komponen ini bukan cuma ukurannya yang besar, tapi kemampuan kejut dan redamannya pasti lebih sempurna dibanding pipa teleskopik. Apalagi penggantian sok depan motorsport ini pas dengan tema modifikasi naked bike modern yang dijadikan acuan,” lanjutnya.

Namun untuk aplikasi upside down, as segitiga tidak saja perlu penyesuaian. Kata Taufik, segitiga atas dicustom ulang agar bentuknya seperti asli ER-6n. Sehingga rumah kunci kontak yang ada di depan tangki masih berfungsi untuk ngelock kemudi agar tidak bisa berputar.

Kaki belakang tidak ada ubahan yang dominan, lantaran semua terlihat masih seperti aslinya. Tapi, jika dipertegas ubahan baru terlihat pada pemasangan pelek belakang 5,50x17 inci punya Kawasaki ZX-6. Menggunakan ban Battlax BT003 180/55-17. Sedang pelek depan 3,00x17 dan ban 160/60-17.

Warna Khas Naked Bike Modern
Taufik tak hanya pintar pilih part kaki-kaki. Soal tampilan luar pun lihai menempatkan warna yang khas dengan motor beraliran naked bike modern. Mungkin karena doi lama custom mobil.

Bisa lihat rangka ER-6 kelir standar putih ini yang dicat merah. Belum lagi sebagian cover bodi dilapis carbon lalu dipernis ulang biar kelihatan kinclong. Telihat di bawah batok lampu dan di bawah jok.

“Agar kelihatan sangar, batok lampu diisi bohlam projector. Sedangkan sepabor belakang dipapas sampingnya agar telihat ramping. Lalu footstep dan behel dilapis warna bronze,” tunjuk Taufik. (motorplus-online.com)


DATA MODIFIKASI
Master & kaliper : Tokico Kawasaki ZX10
Setang : Renthal
Spion : Rizoma Italy
Knalpot : Dibobok
Taufik: 0812-969-2334

[Modif] Kawasaki Binter Merzy, 1982 (Jakarta)

Kawasaki Binter Merzy, Jangan Lihat Mesin!



Sekilas tidak ada yang aneh dengan tampilan motor ini. Bergaya bobber, jelas terlihat sangar kalau di jalan. Terlebih sistem suspensi rigid dan springer yang menjulang ke depan akan membawa kita ke era Perang Dunia pertama awal masa kejayaan Harley-Davidson. Tapi, jika diamati bagian mesin, Hmmmm..., ada yang beda tuh!

Apa iya ada Binter Merzy alias KZ200 bermesin V-Twin? “Enggak bro, kalau ini KZ 200 V-Twin look aja,” timpal Udivisianto diiringi tawa. Udivisianto adalah desainer motor dari bengkel Puspa Kediri Custom (PKC) di Pondok Gede, Jakarta Timur.

Itu sekilas cerita, KZ200 milik Ariawan Wijaya yang juga pemilik rumah modifikasi Baru Motor Sport (BMS) di Jl. Palmerah Barat No. 25, Jakarta Pusat. Ari ingin punya maskot lain. Doi ingin sentuhan beda. Makanya bengkel PKC yang terbiasa ngebangun motor dengan konsep-konsep old-skool menjadi pilihannya.

Jadilah proyek ini menjadi kolaborasi antar dua modifikator. Ari sapaan modifikator dan importir limbah moge itu membiarkan Udivisianto berkreasi Bobber dengan konsep boardtracker yang ngetren di tahun 1920-an.

Apalagi, Ari hanya mengirimkan bahan berupa mesin KZ200 yang mati total. Juga, tanpa karbu dan kick starter. Tapi, ketika dikirim, engine ini telah dimodifikasi dengan penambahan satu tambahan blok dan head silinder yang diambil dari motor serupa.

Tidak ada cara khusus untuk pemasangan mesin tambahan itu. Doi hanya menambahkan breket di atas mesin dengan dudukan baut empat titik buat dudukan blok silinder. “Ini hanya untuk mengisi ke kosongan saja,” jelas Ari yang workshopnya dipenuhi pacuan bergenre superbike dan street fighter itu.

Dari seonggok mesin yang didapat, Udivisianto langsung merancang sasis. Pipa seamless menjadi pilihan untuk motor yang memiliki panjang as roda depan ke as roda belakang 145 cm ini.

Udi sapaan pria plontos dari PKC juga mengatakan pembuatan frame mengalami berapa kali rombakan. Selain butuh tingkat kepresisian yang tinggi, ukuran pipa juga menentukan supaya motor terlihat proporsional.

Hasilnya setelah dilakukan beberapa kali uji coba, maka pipa seamless diameter 31 mm menjadi pilihan sebagai pembentuk main frame. Begitupun dengan springer yang menggunakan dua ukuran pipa seamless. Yaitu, diameter 26 dan 20 mm.

Kelar tuh! (motorplus-online.com)


DATA MODIFIKASI
Teromol depan : Honda CB200
Teromol Belakang : Kawasaki Ninja 150
Ban Depan : 3,00 x 18
Ban Belakang : 4,00 x 18
Knalpot : Custom
PKC : 0816-910-922

[Modif] Honda Tiger, 2004 (Jakarta)

Honda Tiger, Street Fighter Klimis



Modif motor beraliran street fighter, sudah merambah dan membumi lama di Indonesia. Aliran street fighter model gini yang jadi pioneer Agus Januar dari X-K Bike Design, Purwokerto. Biasanya orang yang membesut motor aliran seperti ini disebut Minor Fighter (MF).

“Dandanan motor ala MF biasanya kurang memperhatikan segi keharmonisasain tampilan. Maksudnya anti kemapanan, nah saya coba mengubah paradigma bahwa MF juga sah-sah saja kalo sedikit klimis,” tandas Hezi Satria Hastasani yang punya bengkel modifikasi Dien’s Bike. Doi bermarkas di Jl. Kolonel Sugiono, No. 24 Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Sebagai contoh, Honda Tiger kepunyaan Edo M. Choirul yang dibikin ala Minor Fighter klimis. Tentu saja kalo aliran seperti ini mesti chop sasis bawaan motor. “Bagian rangka yang dipotong yaitu backbone, sedangkan centerbone masih asli,” jelas Hanas Choirudin yang biasa dipanggil Udin yang mengerjakan modifikasi. Untuk tulang baru, Udin yang bukan Udin Sedunia ini andalkan pipa seamless 1 inci dan 3/4 inci. Digabung menggunakan las listrik, sebagai tempat jok bersarang.

Asyiknya, backbone bisa knock down alias bisa dicopot. Karena cuma dipegang baut di setiap kaki-kakinya yang berjumlah 5 titik. “Kalo bosen dengan model begini, tinggal dibikinin backbone baru deh,” tambah Udin yang berjenggot dan mirip vokalis band Jamrud he..he... Posisi seater dari motor ini juga sudah dihitung agar tingginya pas dengan owner motor yang punya tinggi sekitar 165 cm.

Dilanjut sesi makeover biar jadi klimis. Tangki, sepatbor, sayap dan air scoop yang diraciknya lewat fiberglass, dilebur cat oranye yang bikin adem mata ketika dipandang. Adukan cat dipercayakan merek Sikkens oranye pearl gold, serta dipadukan clear Blinken biar mengkilat.

Kurang pas kalau street fighter kakinya peot. “Makanya biar tambah kekar segi kaki-kaki harus diganti dengan ukuran yang lebih gambot,” tambah Udin. Dari alasan itu doi aplikasi part ex moge yang ukurannya extra bohay. Options seperti ini dirasa sangat cukup.


“Walau klimis abis, kalau turing atau riding ketika hujan, bagian belakang pasti kena lumpur dari jalan. Pas dicuci steam, bukan motornya yang disemprot tapi orangnya dulu yang ditembak air biar bersih,” seru Hezi, curhat.

Salute. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Upside down: Suzuki GSX-R600
Pelek: Suzuki GSX-R1000
Monosok: Suzuki GSX-R 750
Swing arm: Kawasaki ZX-7R
Dien’s Bike: 0812-281-88273

Rabu, 04 Juli 2012

[Modif] Yamaha V-Ixion, 2010 (Jakarta)

Yamaha V-Ixion, Ala R15 di India


Yamaha V-Ixion diproduksi secara global. Lihat saja basic rangka dan mesin V-Ixion juga diaplikasi di motor sport Yamaha yang dilansir di India, yaitu Yamaha R15.

Enggak cuma itu, Yamaha YZF R125 juga ambil basic dari V-Ixion. Tampilan motor sport full fairing ini mengadopsi rangka dan mesin yang sama persis dengan V-Ixion. “Cuma kapasitas mesin bore down jadi 125cc,” sebut Abdul Rahim Alwahdy selaku builder yang juga owner Aim Motorsport (AM).

Sayang YZR R125 tidak diproduksi untuk pasar Asia. Melainkan diperuntukkan buat market Eropa, khususnya pengendara pemula. Sebagai besutan sebelum naik ke motor dengan kapasitas mesin lebih besar. Berangkat dari basic mesin yang sama, Aim sapaan akrabnya, coba mengolah V-Ixion jadi YZF R125.

Seperti V-ixion milik Billy Casanova, coba diolah Aim tampil sebagai sport full fairing. “Seluruh bodinya aplikasi bodi kit Yamaha YZF R125 yang sudah dibuat replikanya dengan bahan serat fiber,” ujar pria yang buka workshop di Sawangan, Depok ini.

Memang sejak dua tahun lalu Aim sudah riset sendiri untuk mengubah tanpilan V-Ixion miliknya jadi YZF R125. “Saya datangkan seluruh bodi asli sampai lengan ayun dari Eropa. Makanya bodi fiber yang dibentuk ini benar-benar sama persis,” lanjut builder berbadan subur ini.

Semula untuk pasang satu set bodi replika YZF R125, rangka belakang standar V-Ixion harus kena mutilasi. “Kalau sekarang, sudah banyak belajar, jadi rangka orisinal V-ixion masih tetap dipertahankan standar, enggak diacak-acak pakai api las,” lanjutnya.

Jadi, bodi fiber yang didesain oleh Aim tidak mengorbankan rangka asli. Sebab dia menyiasatinya dengan braket bodi yang juga sudah disesuaikan dengan rangka asli. “Kalau sasis asli diubah, banyak konsumen yang keberatan,” yakinnya.

Makin sip, lengan ayun yang diaplikasi mengadopsi copotan limbah Yamaha YZF R125, jadi memang tampilan roda belakang sama persis dengan aslinya.

Untuk sok depan cukup andalkan milik V-Ixion. Sebab suspensi depan YZF R125 juga pakai sok depan model teleskopik seperti V-Ixion. “Buat setang jepit, copotan dari Ninja RR,” sebut Aim. (motorplus-online.com)


DATA MODIFIKASI
Ban depan: Batlax 100/60-17
Ban belakang : Battlax 120/70-17
Pelek : Sprint
Segitiga atas: Ninja RR
Aim Motorsport : 0818-065-111-84

[modif] Yamaha Scorpio, 2005 (Jakarta)

Yamaha Scorpio 2005, R6 Street Fighter



Modifikasi, tak selalu harus sama dengan motor yang dijadikan panutan. Hal ini coba diterobos Daeng Maming dalam mewujudkan Yamaha Scorpio menjadi seperti Yamaha R6. Fairing yang seharusnya ada di supersport itu, kini tak diaplikasi di ‘Kalajengking’.

“Karena motor ini juga terkadang dipakai buat turing juga sih. Jadi, cari praktisnya aja jika terjadi sesuatu di engine. Bongkar-pasang lebih cepat tanpa fairing. Selain itu, lebih simpel buat handling,” bilang pria yang punya workhshop BMX Custom yang singkatan dari Bengkel Modif X-Treme Custom ini.


Toh, seluruh bagian bodi yang dipakai terbuat dari fiberglass. Termasuk juga tangki. Bukan tangki standar yang dibungkus fiber alias model kondom. Sebab menurut Daeng, tangki kondom akan menyebabkan keropos. Terutama, di sambungan pelat dan fiber.

Yang menarik lagi, pria berdarah Makassar dan Jawa ini menerapkan anti potong rangka dalam modifikasinya. Itu terlihat dari sub frame. Rangka Scorpio yang bulat, hanya dipress agar menjadi lancip untuk dudukan bodi belakang R6 yang runcing.

“Setelah dipress, rangka belakang itu ditekuk sedikit ke atas. Jadi, tak ada yang dipotong kan,” tutup pria yang workshopnya di Jl. I Gusti Ngurah Rai, No. 99A, Cipinang Muara, Jakarta Timur. Mantap Bro! (motorplus-online.com)


DATA MODIFIKASI
Ban depan : Battlax BT92 120/60-17
Ban belakang : Battlax BT92 150/60-17
Upside down: Suzuki GSX 1000
Lengan ayun : Suzuki GSX 1000
BMX Custom : 0815-8499-0915

Senin, 02 Juli 2012

[Modif] Bajaj Pulsar, 2008 (Purwokerto)

Bajaj Pulsar, The Real West Java Style


Banyak hal bisa disimak dari karya Mukti Ali dari Mukti Djaya Internusa (MDI) dan bro Uie builder Evolution Young Street Custom. Mukti sekaligus owners, punya romantika khusus pada terobosan Mr. James Parker lewat system RADD-nya. Yap, sistem ini menginpirasi konstruksi hub centered steering yang pertama dilakoni Parker terhadap Honda XL600 R tahun 1984. Kemudian dipakai di Bimota Tesi 1990 lanjut ke modifikasi Yamaha FZ750.

“Terkesan futuristik! Roda yang dikemudikan setang akan belok kiri-kanan lewat tarik-ulur link di kanan arm. Di sisi kiri roda, terpasang tuas spanner sebagai penguat dan penstabil tarik-ulur as rodanya,” kata Mukti.

Masih soal suspensi, estetika clean minimalis khas West Jateng Style bagian belakang pakai system unitrak ditopang monosok Satria FU. Posisi sok nyaris horisontal mirip style suspensi belakang Ninja 650 yang sekarang sedang booming di jalanan Indonesia.

Makin sip, penerus dayanya pakai system shaft drive. Bukan begitu, Bro? “Kamu tertipu! Penerus daya tetap konvensional pakai rantai. Supaya keren, swing arm dibuatkan kondom yang didesain menutupi rantai penerus daya ini,’’ jelas Mukti lagi.

Ke bagian atas, modifikasi ini terbilang x-tra ordinary. Secara desain, Mukti menganut gaya bulldog style alias besar ke depan untuk motor musle bike ini. Bagian depan memang jadi perhatian utama. Penyeimbangnya, zona belakang dibuat lebih kecil. Buntut ala café racer new school diterap kedua builder ini.


ngumpet dan menyatu dengan buntut. Lewat rancangan undertail ini, bagian belakang jadi sangat clean untuk menyeimbangkan rancangan depan yang relatif ribet,” ungkap builder yang mengaku terispirasi saat melihat iklan Bajaj Pulsar yang bisa jadi ujud robot itu.

Di mata Em-Plus, taste Mukti memang layak diapresiasi. Latar belakangnya sebagai penikmat motor antik juga scramblers, secara enggak sengaja terbawa di motor ini.

Unsur klasik bisa dilihat sedikit dari simplisitas belakang dan pilihan warna kalem yang tidak memusingkan mata. Gaya-gaya psychodelic, pop art dan unsur garage style juga kelihatan dari pilihan undertail dan righ side monosoknya. Caranya mengedepankan unsur futuristik lebih pada kontruksi RADD dan unitrak di suspensi belakang.

Dinilai dari efisiensi dan kemudahan reka bentuk, MDI dan Evolution Young Street memilih fiber sebagai bodywork dominan di motor ini. Terus terang, gaya bulldog punya banyak kendala khususnya merancang bodi yang sinergi, tak memutus garis desain dari depan ke belakang. Untuk soal ini, Mukti CS termasuk berhasil memadukan gradasi menyiku dan rounded di soal bodi.


Ujud motor misterius sesuai yang diinginkan builder. Sip lah! (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Pelek: Genuine Pulsar-Ninja 250R
Ban belakang: Corsa 150/70-17
Pijakan kaki: V-ixion
Setang: Custom
Kaliper belakang: Marzocchi
MDI : 08122-668-333

Minggu, 01 Juli 2012

[Modif] Yamaha V-Ixion, 2009 (Jakarta)

Yamaha V-Ixion, Fashionable Modern


Yamaha V-ixion milik Muhammad Dipa Citranto sudah tiga kali ganti tampang. Pertama, dibikin street fighter buat keperluan pre wedding. Kedua, bikin sportbike demi having fun dan menjadi korban mode juga. Terakhir, ya seperti sobat lihat sekarang ini deh. Doi ingin sport injeksi Yamaha 150 cc ini bergaya chopper.

Eits, begitunya sang pemilik sendiri ogah kalau motor ini disebut chopper, old skull atau apapun itu. Yang jelas, Dipa dan Topo Goedel Atmojo selaku builder sepakat menyebut desain motor ini deng­an konsep “fashionable modern”. "Kami sepakat begitu menyebutnya," kata punggawa Tauco Custom yang beralamat di Jl. Kebagusan Raya, No. 99, Jagakarsa, Jakarta Selatan, ini.

Ternyata, munculnya konsep modif setelah Topo disodori gambar hasil modifikasi Jesee Rooke. Doi ini builder asal Amrik yang memang selalu mempunyai konsep modif baru. Seperti salah satu karya terbarunya, KTM yang special engine (SE) dibuat menjadi café racer. Artinya, diluar kodrat KTM yang SE tapi bisa menyatu secara konsep tanpa mengurangi rasionalitas orang yang melihat. Toh sah-sah saja kan ?? He.. he...

"Pokoknya konsep motor ini ingin lebih liar, tanpa mengesam­pingkan fungsi dan estetika,” jelas Dipa yang bekerja di pertambangan minyak ini. Makanya, konsep fashionable modern yang diusung memang sesuai hasil akhir.

Dengan bermodalkan mesin modern yang injeksi, tapi konsep modifnya cukup radikal dan memang liar bro. Untuk urus­an rangka, Topo membuatnya mulai dari nol. “Rangka dan swing arm total custom,” ungkap Topo.


Begitu pun full bodi set custom yang terbuat dari pelat galvanis 0,8 mm. Bicara soal kaki-kaki, keduanya pun sepakat tidak memilih sok model springer. “Ini bukan motor bergaya jadul, ini motor modern. Makanya saya tetap memakai sok bawaan asli,” aku builder yang bergaya rambut unik itu.

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Pirelli 90/90-19
Ban belakang : Dunlop 180/55-17
Cakram belakang : Suzuki Satria FU150
Monoshock : Yamaha Jupiter MX135
Tauco Custom : 0856-8380209
source-(motorplus-online.com)

[Modif] Yamaha V-Ixion, 2010 (Jakarta)



Yamaha V-ixion ini katanya juara 1 kelas fashion standar di kontes bikinan Chemonk Modified. Ya wajar saja yang modifikasi motor ini juga Andri Irwan dari Chemonk Modified. Jadinya, jeruk kok minum jeruk. He.. he..he..

Pemilik v-ixion ini Herman HBX yang nggak bisa jauh dari dunia balap. Sempat menghilang, eh muncul di ajang modifikasi membawa V-ixion gaya motor balap.

“Susah jauh dari balap. Apalagi Axel, anak saya juga suka. Makanya V-ixion dibikin motorsport. Kebetulan kenal banyak pembalap, saya minta beberapa part racing yang tak terpakai,” ujar Herman HBX dari Pejaten, Jakarta Selatan itu.

Dipasangi fairing copotan dari motor balap yang dicustom ulang. Fairing tadi dimaksimalkan bentuk tangki baru, cover samping hingga buritan yang desainnya dibikin meruncing.

Begitupun kaki-kaki. Ban depan Corsa dan belakang Pirelli di pelek ring 17 inci. Monosok asli tetap terpasang di lengan ayun yang dilapis kondom.

“Makin ciamik, knalpot R9 mempertegas tunggangan ini lebih sporty,” kenang Herman. (motorplus-online.com)

Jumat, 29 Juni 2012

[modif] Yamaha V-Ixion, 2010 (Jakarta)

Yamaha V-Ixion, Menciptakan Konsep Baru


Yamaha V-ixion yang punya basic motor cruiser, paling enak dan gampang diarahkan ke konsep motorsport. Sebab dari sasisnya yang deltabox, tinggal dikasih fairing sudah kelihatan macho. Contonya Yamaha R15 dari India.

Itu sebabnya Agus Widodo dari Grogol, Limo, Depok, meminta Wardoyo builder G2C untuk mewujudkan impiannya. punya motor yang sedang ditunggu-tunggu di tanah air. Apalagi dalam mengubah tampilannya, karyawan di gedung DPR ini tidak mau banyak rombak sasis juga kelistrikan.

“Pemilik maunya memang seperti itu. Jadi, kalau dibalikkan standar nggak susah. Makanya saya konsen pada pembuatan fairing, tangki, sepatbor depan, cover belakang dan custom arm yang semua menggunakan bahan pelat,” beber Wardoyo yang buka workshop di Jl. Gandul Raya, Cinere, Depok.

Cuma dalam meniru Yamaha R15, Wardoyo dan Agus tidak ingin konsep modifikasinya mencontek mentah-mentah. Tetap ada yang berbeda lataran tunggangan ini dimodifikasi dan punya desain khusus untuk menciptakan tren baru.

Contohnya bisa lihat bentuk fairingnya. Jika fairing depan biasanya lampu didesain model mata kucing, oleh Wardoyo rumah bohlam lampu diganti model proyektor. Katanya sih mirip Yamaha R1 2010.

Lihat juga fairing samping. Meski diakui ala Yamaha R6, namun ubahan ini ditujukan untuk membedakan motor ini dengan Yamaha R15. Perbedaan itu bisa dilihat pada pemasangan cover luar mirip bodi kit di bagian samping. Katanya lagi, kalau dilepas ada 3 bagian terpisah.

Nah, ubahan yang enggak nyimpang dari konsep motorsport bentuk tangkinya. Sebab desain yang dianut Yamaha R15 yang kebetulan dimensinya beda tipis. “Bagian atas dibikin ulang. imbuh Wardoyo.



DATA MODIFIKASI
Sok depan: Aprilia RS125
Pelek: Aprilia RS125
Footstep: Aprilia RS125
Silencer: Handmade
Lampu sein: Variasi
source - (motorplus-online.com)

[modif] Yamaha Scorpio, 2002 (Jakarta)

Yamaha Scorpio, Jadul Dari Bastert-Werke


Sepintas modifikasi Yamaha Scorpio milik Eric Ariyanto Suryadi ini bergaya BMW R26 atau R27. Eric yang doyan modifikasi ala jadul, ternyata tak sengaja menciptakan anggapan itu. Berawal dari pemasangan tangki dari motor klasik Bastert-Werke Bielefeld yang muncul 1930-an di Jerman.

Memang suatu kebetulan bisa menemukan tangki Bastert-Werke ini. Bagi Eric yang memang jual beli spare part motor langka, juga merasa beruntung bisa aplikasi tangki ini di motornya. Nah, berawal dari sinilah konsep modifikasi dimulai.

Sebenarnya memang tak bermaksud ingin seperti BMW R26. Tapi, bentuknya yang tergolong sama-sama dari motor jadul, jadi tak berbeda jauh. Ubahan yang menjadi ciri memang berawal dari tangki. Setelah itu penyesuaian di beberapa sektor pun mengikuti. “Rangka mulai dari tengah dipotong,” buka Eric.

Pria berkulit putih ini perlu merombak sasis tengah. Soalnya dudukan tangki juga jadi berubah. Harus tepat dan presisi. “Memang paling sulit saat buat dudukan tangki ini. Jadi, harus teliti dan cermat biar center,” tambah Eric yang bengkelnya beralamat di Jl. Sakura, No.17, Sumur Bor, Cengkareng, Jakarta Barat.

Walaupun konsepnya motor jadul, tapi kaki depan dikawal sok modern. Peredam kejut depan pakai dari Yamaha Byson berikut segitiga dan setangnya. Dan sok belakang juga aplikasi dari Kawasaki Ninja 150. Sok yang aslinya untuk monosok ini oleh doi pakai dua untuk kanan-kirinya.

Di area setang, juga ada yang menarik. Ternyata doi pakai kabel gas yang masuk ke dalam, layaknya motor jadul. Buat konsep ini, yang dipakai kabel gas dalam milik Honda CB100. Lewat metode ini, area setang jadi lebih rapi. Sebab, hanya menyisakan kabel rem depan dan kabel kopling di kiri.

Sentuhan dapur pacu juga dilakukan pada Scorpio klasik ini. Piston diganti pakai FIM buat Scorpio yang oversize 50. Dengan penampilan yang sekarang dan perubahan sedikit pada mesin, bikin Eric pede. Buktinya waktu event Otobursa beberapa waktu lalu, sempet ada yang nawar sampai Rp 25 jeti. “Kalau dia berani Rp 35 juta, saya bakal kasih deh,” timpal Eric yang gondrong itu.

Yakin mau dilepas, bro?


DATA MODIFIKASI
Ban depan: BT92 120/60-17
Ban belakang: BT92 150/60-17
Oil cooler: Satria FU
Knalpot: Custom
Karbu : PWK 28
source - (motorplus-online.com)

[modif] Honda Tiger, 2007 (Jakarta)

Honda Tiger, CB1000R Ketemu Ducati 1098


Konsep modifikasi yang diusung Tiger milik Syaiful ini memang yahud. Bermodal imajinasi yang tertanam di otak, ide biker yang akrab disapa Bang Ipul ini dilampiaskan pada kendaraan hariannya Honda Tiger.

“Konsepnya ingin naked bike. Ada duan konsep yang saya kombinasi buat wujudkan konsep real,” buka Ipul yang tergabung dalam Tiger Jakarta Timur (TJT). Doi terinspirasi CB1000R untuk ubahan tangki. Sedangkan bodi belakang Ducati 1098 yang dijadikan acuan.

Idenya ini hasil pemikiran Ipul sendiri. Makanya proses pengerjaan juga lebih banyak digarap sendiri. “Kalau nemuin kendala berat seperti bubut atau buat desain bodi fiber yang sulit, baru ke bengkel ahli,” ujar pria yang kerja dibidang IT itu.

Bodi yang ciamik, didukung kaki gambot. Di sektor depan, kaki-kaki diganti sok teleskopik Megelli 250. Tentunya ada penyesuaian di bagian as komstir. As komstir Megelli ini diganti dengan as komstir custom yang seukuran as Tiger.

Sedang pelek, pakai milik CB400. Untungnya, pada saat pemasangan pelek ke suspensi konvensional ini tak alami kesulitan. “Kebetulan as roda CB400 dan as roda depan Megelli diameternya sama. Jadi, tinggal main bushing kiri-kanan aja agar 'jatuhnya' pelek center,” tambah ayah satu anak itu.


Pembuatan breket atau pegangan kaliper kanan juga perlu dilakukan. Soalnya Megelli 250 hanya punya satu kaliper di sebelah kiri. Nah, karena pakai pelek CB400 yang double disc, jadi dibuatkan breket baru. Kalau masalah ini baru deh Ipul lari ke tukang bubut.

Lanjut ke roda belakang! Buat swingarm, sang owner mengandalkan milik CB1000R. Toh, karena mengejar konsep kan. Tapi pelek, adopsi dari Kawasaki ZX9R. Mantapnya, as roda pelek ZX9 lansiran 1999 itu punya diamater sama dengan lubang as roda di arm. Jadi, Ipul enggak perlu repot bikin as roda pengganti. Cukup bermain bushing layaknya pasang roda depan. Ditambah, seting kaliper belakang.

Akibat gambotnya kak-kaki dan bobot motor yang sekarang, maka dapur pacu kudu mengimbangi. “Mesin, hanya porting lubang isap dan buangnya aja dihalusin. Lalu, piston diganti pakai yang oversize 50. Hasilnya cukup maksimal. Akselerasi tak ubahnya motor standar yang bobotnya jelas lebih ringan," kata Ipul yang bukan penyanyi dangdut itu.

Itu sih, Saipul kaleeee!



DATA MODIFIKASI
Ban depan: Battlax 120/60-17
Ban belakang: Battlax 14 180/55-17
Setang: Yamaha Byson
Headlamp: Yamaha Byson
Knalpot: Yamaha Byson
source - (motorplus-online.com)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best CD Rates