Jumat, 02 November 2012

[Preview] Honda CB150R StreetFire Tantang Yamaha VIxion Lightning


KompasOtomotif - Honda memperkenalkan produk terbarunya, yaitu CB150R StreetFire untuk menantang dominasi V-ixion sebagai sepeda motor sport terlaris di Indonesia sampai saat ini.

CB150R StreetFire diperkenalkan langsung oleh Presiden Direktur AHM Yusuke Hori, Wakil Presiden Direktur Eksekutif AHM Johannes Loman didampingi oleh Dirjen Industri Unggul Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi. "Mesinnya cuma 150 cc tapi bodinya sporty banget," komentar Budi di booth Honda, JMCS, Gelora Bung Karno, Jakarta Selatan (31/10/2012).

Margono Tanuwijaya, Direktur Pemasaran AHM memastikan, Honda segera meluncurkan CB10R ke pasar akhir tahun ini. Dengan sisa dua bulan lagi, kemungkinan peluncuran pada akhir November atau awal Desember 2012. "Saya belum bisa pastikan. Pastinya diluncurkan tahun ini," tegas Margono.

General Manajer Divisi Perencanaan Pemasaran dan Analisis AHM, Agustinus Indraputra mengatakan, StreetFire merupakan bagian dari rencana Honda menghadirkan produk berkualitas, bertenaga namun tetap irit bahan bakar untuk mengisi segmen sport menengah. Honda membekali StreetFire dengan jantung pacu 150 cc, DOHC, disandingkan dengan transmisi manual 6-percepatan. Mesin sendiri merupakan turunan dari CBR150R.

Meski sudah ditampilkan ke publik, Honda masih mengunci rapat-rapat spesifikas sepeda motor ini. Honda cuma menampilkan dua model versi modifikasi yang mengusung konsep Urban Street Fighter dan Honda Tricolor.

Kehadiran CB150 StreetFire dipastikan akan meramaikan pasar sepeda motor sport 150 cc.

Jumat, 20 Juli 2012

[Modif] Kawasaki ER-6n, 2012 (Jakarta)

Kawasaki ER-6n, Lebih Disempurnakan


Tampang asli Kawasaki ER-6n yang semi nekad, sejatinya sudah terlihat mantap. Desain keseluruhan mewah, didukung lekukan sasis, tangki dan cover bodi berotot. Tak heran jika tunggangan kelas premium ini agak sulit disempurkan, terutama buat mereka yang awam soal modifikasi.

Namun bagi Taufik, pemilik rumah modifikasi Lm&T Motobike, semua itu bukan masalah besar. Apalagi mantan pembalap road race setara Harlan Fadillah dan Ahmad Jayadi ini konon sudah lama malang-melintang di dunia modifikasi mobil yang juga di kelas premium.

“Untuk modif ER-6n memang nggak bisa sembarang. Salah arah bisa kelihatan jadi aneh. Tapi, ubahan yang saya lakukan pada pada motor milik Budi dari Cipinang, Jakarta Timur ini fokusnya ingin menyempurnakan motor yang sudah sempurna,” jelas Taufik dari workshopnya di Jl. Kemandoran 1, Pulomawar, No. 47, Palmerah, Jakarta Selatan.

Tengok saja ubahan kaki depan. Jika aslinya masih pakai peredam kejut teleskopik biasa, diganti model upside down punya moge merek sejenis, yaitu Kawasaki ZX-10. Kebetulan dimensinya lebih besar dari standar.

“Pakai komponen ini bukan cuma ukurannya yang besar, tapi kemampuan kejut dan redamannya pasti lebih sempurna dibanding pipa teleskopik. Apalagi penggantian sok depan motorsport ini pas dengan tema modifikasi naked bike modern yang dijadikan acuan,” lanjutnya.

Namun untuk aplikasi upside down, as segitiga tidak saja perlu penyesuaian. Kata Taufik, segitiga atas dicustom ulang agar bentuknya seperti asli ER-6n. Sehingga rumah kunci kontak yang ada di depan tangki masih berfungsi untuk ngelock kemudi agar tidak bisa berputar.

Kaki belakang tidak ada ubahan yang dominan, lantaran semua terlihat masih seperti aslinya. Tapi, jika dipertegas ubahan baru terlihat pada pemasangan pelek belakang 5,50x17 inci punya Kawasaki ZX-6. Menggunakan ban Battlax BT003 180/55-17. Sedang pelek depan 3,00x17 dan ban 160/60-17.

Warna Khas Naked Bike Modern
Taufik tak hanya pintar pilih part kaki-kaki. Soal tampilan luar pun lihai menempatkan warna yang khas dengan motor beraliran naked bike modern. Mungkin karena doi lama custom mobil.

Bisa lihat rangka ER-6 kelir standar putih ini yang dicat merah. Belum lagi sebagian cover bodi dilapis carbon lalu dipernis ulang biar kelihatan kinclong. Telihat di bawah batok lampu dan di bawah jok.

“Agar kelihatan sangar, batok lampu diisi bohlam projector. Sedangkan sepabor belakang dipapas sampingnya agar telihat ramping. Lalu footstep dan behel dilapis warna bronze,” tunjuk Taufik. (motorplus-online.com)


DATA MODIFIKASI
Master & kaliper : Tokico Kawasaki ZX10
Setang : Renthal
Spion : Rizoma Italy
Knalpot : Dibobok
Taufik: 0812-969-2334

[Modif] Kawasaki Binter Merzy, 1982 (Jakarta)

Kawasaki Binter Merzy, Jangan Lihat Mesin!



Sekilas tidak ada yang aneh dengan tampilan motor ini. Bergaya bobber, jelas terlihat sangar kalau di jalan. Terlebih sistem suspensi rigid dan springer yang menjulang ke depan akan membawa kita ke era Perang Dunia pertama awal masa kejayaan Harley-Davidson. Tapi, jika diamati bagian mesin, Hmmmm..., ada yang beda tuh!

Apa iya ada Binter Merzy alias KZ200 bermesin V-Twin? “Enggak bro, kalau ini KZ 200 V-Twin look aja,” timpal Udivisianto diiringi tawa. Udivisianto adalah desainer motor dari bengkel Puspa Kediri Custom (PKC) di Pondok Gede, Jakarta Timur.

Itu sekilas cerita, KZ200 milik Ariawan Wijaya yang juga pemilik rumah modifikasi Baru Motor Sport (BMS) di Jl. Palmerah Barat No. 25, Jakarta Pusat. Ari ingin punya maskot lain. Doi ingin sentuhan beda. Makanya bengkel PKC yang terbiasa ngebangun motor dengan konsep-konsep old-skool menjadi pilihannya.

Jadilah proyek ini menjadi kolaborasi antar dua modifikator. Ari sapaan modifikator dan importir limbah moge itu membiarkan Udivisianto berkreasi Bobber dengan konsep boardtracker yang ngetren di tahun 1920-an.

Apalagi, Ari hanya mengirimkan bahan berupa mesin KZ200 yang mati total. Juga, tanpa karbu dan kick starter. Tapi, ketika dikirim, engine ini telah dimodifikasi dengan penambahan satu tambahan blok dan head silinder yang diambil dari motor serupa.

Tidak ada cara khusus untuk pemasangan mesin tambahan itu. Doi hanya menambahkan breket di atas mesin dengan dudukan baut empat titik buat dudukan blok silinder. “Ini hanya untuk mengisi ke kosongan saja,” jelas Ari yang workshopnya dipenuhi pacuan bergenre superbike dan street fighter itu.

Dari seonggok mesin yang didapat, Udivisianto langsung merancang sasis. Pipa seamless menjadi pilihan untuk motor yang memiliki panjang as roda depan ke as roda belakang 145 cm ini.

Udi sapaan pria plontos dari PKC juga mengatakan pembuatan frame mengalami berapa kali rombakan. Selain butuh tingkat kepresisian yang tinggi, ukuran pipa juga menentukan supaya motor terlihat proporsional.

Hasilnya setelah dilakukan beberapa kali uji coba, maka pipa seamless diameter 31 mm menjadi pilihan sebagai pembentuk main frame. Begitupun dengan springer yang menggunakan dua ukuran pipa seamless. Yaitu, diameter 26 dan 20 mm.

Kelar tuh! (motorplus-online.com)


DATA MODIFIKASI
Teromol depan : Honda CB200
Teromol Belakang : Kawasaki Ninja 150
Ban Depan : 3,00 x 18
Ban Belakang : 4,00 x 18
Knalpot : Custom
PKC : 0816-910-922

[Modif] Honda Tiger, 2004 (Jakarta)

Honda Tiger, Street Fighter Klimis



Modif motor beraliran street fighter, sudah merambah dan membumi lama di Indonesia. Aliran street fighter model gini yang jadi pioneer Agus Januar dari X-K Bike Design, Purwokerto. Biasanya orang yang membesut motor aliran seperti ini disebut Minor Fighter (MF).

“Dandanan motor ala MF biasanya kurang memperhatikan segi keharmonisasain tampilan. Maksudnya anti kemapanan, nah saya coba mengubah paradigma bahwa MF juga sah-sah saja kalo sedikit klimis,” tandas Hezi Satria Hastasani yang punya bengkel modifikasi Dien’s Bike. Doi bermarkas di Jl. Kolonel Sugiono, No. 24 Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Sebagai contoh, Honda Tiger kepunyaan Edo M. Choirul yang dibikin ala Minor Fighter klimis. Tentu saja kalo aliran seperti ini mesti chop sasis bawaan motor. “Bagian rangka yang dipotong yaitu backbone, sedangkan centerbone masih asli,” jelas Hanas Choirudin yang biasa dipanggil Udin yang mengerjakan modifikasi. Untuk tulang baru, Udin yang bukan Udin Sedunia ini andalkan pipa seamless 1 inci dan 3/4 inci. Digabung menggunakan las listrik, sebagai tempat jok bersarang.

Asyiknya, backbone bisa knock down alias bisa dicopot. Karena cuma dipegang baut di setiap kaki-kakinya yang berjumlah 5 titik. “Kalo bosen dengan model begini, tinggal dibikinin backbone baru deh,” tambah Udin yang berjenggot dan mirip vokalis band Jamrud he..he... Posisi seater dari motor ini juga sudah dihitung agar tingginya pas dengan owner motor yang punya tinggi sekitar 165 cm.

Dilanjut sesi makeover biar jadi klimis. Tangki, sepatbor, sayap dan air scoop yang diraciknya lewat fiberglass, dilebur cat oranye yang bikin adem mata ketika dipandang. Adukan cat dipercayakan merek Sikkens oranye pearl gold, serta dipadukan clear Blinken biar mengkilat.

Kurang pas kalau street fighter kakinya peot. “Makanya biar tambah kekar segi kaki-kaki harus diganti dengan ukuran yang lebih gambot,” tambah Udin. Dari alasan itu doi aplikasi part ex moge yang ukurannya extra bohay. Options seperti ini dirasa sangat cukup.


“Walau klimis abis, kalau turing atau riding ketika hujan, bagian belakang pasti kena lumpur dari jalan. Pas dicuci steam, bukan motornya yang disemprot tapi orangnya dulu yang ditembak air biar bersih,” seru Hezi, curhat.

Salute. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Upside down: Suzuki GSX-R600
Pelek: Suzuki GSX-R1000
Monosok: Suzuki GSX-R 750
Swing arm: Kawasaki ZX-7R
Dien’s Bike: 0812-281-88273

Rabu, 04 Juli 2012

[Modif] Yamaha V-Ixion, 2010 (Jakarta)

Yamaha V-Ixion, Ala R15 di India


Yamaha V-Ixion diproduksi secara global. Lihat saja basic rangka dan mesin V-Ixion juga diaplikasi di motor sport Yamaha yang dilansir di India, yaitu Yamaha R15.

Enggak cuma itu, Yamaha YZF R125 juga ambil basic dari V-Ixion. Tampilan motor sport full fairing ini mengadopsi rangka dan mesin yang sama persis dengan V-Ixion. “Cuma kapasitas mesin bore down jadi 125cc,” sebut Abdul Rahim Alwahdy selaku builder yang juga owner Aim Motorsport (AM).

Sayang YZR R125 tidak diproduksi untuk pasar Asia. Melainkan diperuntukkan buat market Eropa, khususnya pengendara pemula. Sebagai besutan sebelum naik ke motor dengan kapasitas mesin lebih besar. Berangkat dari basic mesin yang sama, Aim sapaan akrabnya, coba mengolah V-Ixion jadi YZF R125.

Seperti V-ixion milik Billy Casanova, coba diolah Aim tampil sebagai sport full fairing. “Seluruh bodinya aplikasi bodi kit Yamaha YZF R125 yang sudah dibuat replikanya dengan bahan serat fiber,” ujar pria yang buka workshop di Sawangan, Depok ini.

Memang sejak dua tahun lalu Aim sudah riset sendiri untuk mengubah tanpilan V-Ixion miliknya jadi YZF R125. “Saya datangkan seluruh bodi asli sampai lengan ayun dari Eropa. Makanya bodi fiber yang dibentuk ini benar-benar sama persis,” lanjut builder berbadan subur ini.

Semula untuk pasang satu set bodi replika YZF R125, rangka belakang standar V-Ixion harus kena mutilasi. “Kalau sekarang, sudah banyak belajar, jadi rangka orisinal V-ixion masih tetap dipertahankan standar, enggak diacak-acak pakai api las,” lanjutnya.

Jadi, bodi fiber yang didesain oleh Aim tidak mengorbankan rangka asli. Sebab dia menyiasatinya dengan braket bodi yang juga sudah disesuaikan dengan rangka asli. “Kalau sasis asli diubah, banyak konsumen yang keberatan,” yakinnya.

Makin sip, lengan ayun yang diaplikasi mengadopsi copotan limbah Yamaha YZF R125, jadi memang tampilan roda belakang sama persis dengan aslinya.

Untuk sok depan cukup andalkan milik V-Ixion. Sebab suspensi depan YZF R125 juga pakai sok depan model teleskopik seperti V-Ixion. “Buat setang jepit, copotan dari Ninja RR,” sebut Aim. (motorplus-online.com)


DATA MODIFIKASI
Ban depan: Batlax 100/60-17
Ban belakang : Battlax 120/70-17
Pelek : Sprint
Segitiga atas: Ninja RR
Aim Motorsport : 0818-065-111-84

[modif] Yamaha Scorpio, 2005 (Jakarta)

Yamaha Scorpio 2005, R6 Street Fighter



Modifikasi, tak selalu harus sama dengan motor yang dijadikan panutan. Hal ini coba diterobos Daeng Maming dalam mewujudkan Yamaha Scorpio menjadi seperti Yamaha R6. Fairing yang seharusnya ada di supersport itu, kini tak diaplikasi di ‘Kalajengking’.

“Karena motor ini juga terkadang dipakai buat turing juga sih. Jadi, cari praktisnya aja jika terjadi sesuatu di engine. Bongkar-pasang lebih cepat tanpa fairing. Selain itu, lebih simpel buat handling,” bilang pria yang punya workhshop BMX Custom yang singkatan dari Bengkel Modif X-Treme Custom ini.


Toh, seluruh bagian bodi yang dipakai terbuat dari fiberglass. Termasuk juga tangki. Bukan tangki standar yang dibungkus fiber alias model kondom. Sebab menurut Daeng, tangki kondom akan menyebabkan keropos. Terutama, di sambungan pelat dan fiber.

Yang menarik lagi, pria berdarah Makassar dan Jawa ini menerapkan anti potong rangka dalam modifikasinya. Itu terlihat dari sub frame. Rangka Scorpio yang bulat, hanya dipress agar menjadi lancip untuk dudukan bodi belakang R6 yang runcing.

“Setelah dipress, rangka belakang itu ditekuk sedikit ke atas. Jadi, tak ada yang dipotong kan,” tutup pria yang workshopnya di Jl. I Gusti Ngurah Rai, No. 99A, Cipinang Muara, Jakarta Timur. Mantap Bro! (motorplus-online.com)


DATA MODIFIKASI
Ban depan : Battlax BT92 120/60-17
Ban belakang : Battlax BT92 150/60-17
Upside down: Suzuki GSX 1000
Lengan ayun : Suzuki GSX 1000
BMX Custom : 0815-8499-0915

[preview] Honda New Scoopy i S12

Launching Honda New Scoopy i S12, Lebih Retro Dengan Roda 12 Inci


AP Honda, ATPM Honda di Thailand, hari ini (4/7) secara resmi meluncurkan New Scoopy i S12. Bukan merupakan varian yang benar-benar baru, tapi adalah pengembangan dari model New Scoopy i yang sudah diluncurkan bulan Mei lalu.

Bedanya New Scoopy i S12 mengusung diameter roda 12 inci. Bukan 14 inci seperti Scoopy sebelumnya atau Scoopy yang beredar di Indonesia. Peleknya juga mengusung tipe casting wheel atau pelek palang.

Warna-warna baru sengaja di sodorkan oleh Honda. Lebih ceria sekaligus mewakili kesan klasi modern. Secara keseluruhan desain New Scoopy i S12 jadi terlihat lebih imut dan berisi.

Sedang spesifikasi lainnya tetap sama dengan New Scoopy i sebelumnya. Sedikit berbeda dengan versi Indonesia. Scoopy anyar di Thailand ini sudah mengusung teknologi injeksi PGM-FI. Honda mengklaim konsumsi bahan bakarnya tembus 53 kilometer per liter.

Selain itu, untuk utilitas yang lebih baik, fitur bagasi luas atau yang biasa disebut dengan helm-in juga bisa ditemui di bawah joknya. Desain seperti head lamp, bentuk cover speedometer dan sepatbor depan juga diperbaharui. Untuk membuka jok belakang pun kini lebih mudah, tinggal pencet tombol layaknya Honda Vario Techno 125.


Yang menarik adalah, Honda memindahkan posisi lampu sein. Bila sebelumnya terpisah seperti sepeda motor klasik, kini dimasukan ke dalam cover bodi. Makin terlihat menyatu dengan desain keseluruhan. (motorplus-online.com)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best CD Rates